Sepenggal Lagu Tentang Sahabat

06.55 / Diposting oleh Phyrman /

*…
rintik hujan menetes ke bumi, menyinari senja ini
nur ilahi sadarkan sombongku, yang tlah lama hinggap dijiwaku
lelah kuberdiri, sejenak kutertegun
kusebut namaMU, yang sering terlupa

untaian kata syahdu milik grup rock era 90 an, power metal
kurasa cocok untuk melukiskan cerita tentang sahabatku
rekan seprofesi, teman diskusi, partner mengkritisi sang Ilahi
yang harus memenuhi undanganNYA mendokumentasikan surga

Jujur harus kuakui, dia adalah kamerawan yang berdedikasi
Gambarnya kuat dan mampu bercerita tanpa narasi
Semangatnya tinggi dan lebih mementingkan profesi dibanding famili
Telaten dan berani mengambil resiko demi sebuah komposisi

Logikanya cerdas dan cenderung keras kepala
Logika adalah satu-satunya cara menaklukan dia
Saking cintanya pada logika
Sampai-sampai Tuhan pun dia urai dengan logika

Lawan debat terkadang menganggapnya berlebihan
Karena sudut filsafat dipakainya memandang Arrahman
Katanya, bukankah otak manusia diciptakan untuk menganalogikan Tuhan
Itu hanyalah cara mengenalNYA, walau akibatnya ritual terlupakan

Periode kejayaan selalu menemui titik puncak
Namun sejarah tak akan pernah melupakan
Beragam karya menjadi bukti kehebatan
Dari potret yang melegenda sampai B file yang menantang

Sakit adalah titik balik manusia dibukakan kebenaran sejati
Selalu ada hikmah menuju kesempurnaan diri
Kecerdasan manusia ternyata tidak mampu mengobati
Sakit kemudian menjadi petunjuk untuk lebih dekat pada Ilahi

Dalam sebuah dialog kecil dengan sang istri yang selalu menjaga
Dirinya harus mengakui bahwa manusia itu lemah dan Tuhan Perkasa
Karena logika manusia tak mampu menjangkaunya
Dan peribadatan adalah cara untuk menebus dosa

*….
Kau yang Maha Mendengar
Ampunkan sombong dan khilaf kami

Selamat bertugas kawan,
Engkau harus mampu merekam surga dari sudut pandang indah
Agar manusia terinspirasi menyusulmu kesana
Tapi dari surga, engkau juga harus bisa merekam neraka secara apa adanya
Agar manusia takut untuk mendatanginya


Rest in Peace,
Adi Amir Zainun, News Cameraman SCTV
5 April 1979 – 26 April 2009

Celesta, 26 April 2009

Dwi Firmansyah
http://ruangstudio.blogspot.com

Label:

1 komentar:

ALFIAN on 23 Juni 2010 02.38

Sebuah narasi yang sangat lengkap walaupun ada hal atau sesuatu yg berkaitan dg almarhum yang belum sempat mas firman tahu...thx mas...sebagai adik ipar almarhum saya bangga dan takjub terhadap almarhum, beliau adalah sosok abang, guru, teman bagi saya yg serba bisa dan berwawasan luas. Totalitasnya dalam menggapai cita2 dan angan2 sangat kuat...terkadang ada kala saya sangat merindukan kehadiran guru saya ini...hingga hanya fatihah dan yasin lah yg selalu saya kirim kan untuk guru,sahabat, abang saya ini.

ALFIAN

Posting Komentar